Penutupan Kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana bagi Pemuda Tingkat Provinsi NTB

  • Posted on: 2 March 2019
  • By: Admin

Sirine tanda bahaya berbunyi, pekik kepanikan warga menggema di udara, tanah bergetar dan gemuruh memecah keheningan sore yang damai tersebut mengakibatkan belasan warga luka berat dan puluhan luka ringan. Begitulah skenario kejadian bencana yang dijalankan pada penutupan hari Pelatihan Tanggap Bencana bagi Pemuda Tingkat Provinsi NTB. Pelatihan yang telah dihelat selama 4 hari dari 26 Februari hingga 1 Maret 2019 ini ditutup dengan kegiatan simulasi tanggap bencana oleh perwakilan pemuda dari setiap kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Dalam simulasi, para pemuda tersebut dengan sigap melakukan tindakan evakuasi dan penyelamatan terhadap para korban, tanda bahwa materi pelatihan yang telah mereka terima selama kegiatan mampu mereka kuasai dan implementasikan dalam situasi darurat.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Melalui sesi amanat selaku inspektur upacara penutupan kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana, beliau menyatakan bahwa peran pemuda dalam hal mitigasi dan evakuasi bencana sangat penting. 

Acara kemudian ditutup dengan simulasi penanganan kebencanaan oleh anggota PMR MAN 2 Mataram dan para peserta pelatihan yang ditandai dengan pengaktifan bunyi sirine tanda bahaya oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Artikel ini masuk dalam kategori :