BPBD Provinsi dan Kab/Kota se-NTB Tangguh Menghadapi Kekeringan

  • Posted on: 11 July 2019
  • By: Admin

Bencana kekeringan kembali melanda Nusa Tenggara Barat. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan edaran terkait prakiraan hari tanpa hujan di masing-masing wilayah di Indonesia. Di Nusa Tenggara Barat sendiri, tempat-tempat seperti Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kota Bima dan Kabupaten Bima menjadi wilayah yang diprediksi terdampak paling parah, dimana diperkirakan akan terjadi hari tanpa hujan (HTH) selama lebih dari 60 hari.

Infografis Bencana Kekeringan NTB, Update 10 juli 2019
Infografis Kejadian Bencana Kekeringan di Nusa Tenggara Barat, update 10 Juli 2019
(Sumber: Pusdalops BPBD Provinsi NTB)

Hal serupa tergambar pula dalam laporan yang dirilis Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi NTB. Dari data 10 juli 2019, kekeringan dilaporkan melanda 302 Desa di 69 Kecamatan dalam 9 Kab/Kota terdampak. Total 674.017 jiwa yang tergabung dalam 185.708 kk mengalami kekeringan tahun ini, dengan jumlah jiwa terdampak paling banyak berada di wilayah Lombok Tengah sejumlah 273.967 jiwa. Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah yang mengalami HTH terpanjang yakni 74 hari.

Suasana pembagian air bersih di Kecamatan Soromandi Kab. Bima
Suasana pembagian air bersih di Kecamatan Praya Timur Kab. Lombok Tengah
(Sumber: Dokumentasi Kegiatan BPBD Kab. Lombok Tengah)

Menghadapi hal tersebut, BPBD NTB melalui BPBD Kab/Kota telah mengupayakan pendistribusian air bersih ke masyarakat. Beberapa diantaranya telah dilaksanakan di wilayah Lombok Tengah, Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima. BPBD Kabupaten Lombok Tengah bahkan telah menerjunkan 8 unit mobil tangki berkapasitas 5000 liter setiap harinya sejak 6 juli lalu untuk mendistribusikan air bersih ke warga terdampak kekeringan di wilayah operasinya. Begitu juga dengan BPBD Kabupaten Dompu yang hingga saat ini telah menyalurkan 30.000 liter air bersih. 

Selain penyaluran air bersih, BPBD NTB juga akan membangun koordinasi dengan berbagai Dinas terkait guna mencegah dampak sosial yang bisa saja muncul akibat bencana ini. 

Artikel ini masuk dalam kategori :