Filosofi Nasi pada apel rutin BPBD Provinsi NTB

  • Posted on: 20 June 2019
  • By: Admin

Siapa tak kenal nasi? Tentu sebagian besar masyarakat Indonesia tak butuh waktu lama menemukan gambaran. Bahan makanan pokok yang menjadi menu utama sebagian besar masyarakat Asia timur dan Tenggara ini menjadi sumber utama penyedia karbohidrat bagi para penyantapnya. Gambaran popularitas makanan kaya serat ini khususnya di Nusa Tenggara Barat kemudian menghasilkan istilah "Belum makan namanya kalau belum ada nasi". Namun pada rabu pagi nasi dibuat bernilai filosofi yang indah. Adalah Sekretaris BPBD Provinsi NTB, Najib SH. yang memaparkan filosofi tersebut. Dalam amanat yang disampaikan pada apel pagi, beliau mengingatkan kembali bahwa periode kegiatan telah memasuki triwulan II dan diperlukan "NASI" untuk mengoptimalkan keberlangsungan kegiatan-kegiatan tersebut. Nasi jelas beliau adalah singkatan dari Niat, Amal, Sedekah, dan Ikhlas. Kegiatan yang dilaksanakan harus diawali dengan Niat yang baik, kemudian dilaksanakan dengan Amal (perbuatan) yang baik pula. Untuk keberkahannya perlu dilakukan Sedekah (pengorbanan) yang tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga waktu, tenaga serta fikiran. Lalu Ikhlas dimana semua kegiatan dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridhaan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.

Artikel ini masuk dalam kategori :