Inspeksi Lapangan Terkait Progress Rehab Rekon Pasca Gempabumi NTB

  • Posted on: 17 June 2019
  • By: Admin

Guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa di Nusa Tenggara Barat, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH. melakukan inspeksi ke lapangan. Kali ini tujuan inspeksi beliau adalah Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Gunung Sari adalah lokasi yang sengaja dipilih karena wilayah ini merupakan kawasan di Kabupaten Lombok Barat yang paling parah dilanda gempa. 

Lokasi pertama yang beliau kunjungi adalah Dusun Medas Desa Timur dan Medas Desa Barat. Di lokasi ini beliau bertemu dengan Fasilitator dan Babinsa di wilayah tersebut. Pada kesempatan ini beliau mengunjungi lokasi pembangunan di Pokmas Kelengkeng. Ada total 18 rumah di sana yang pengerjaannya sudah sampai penyelesaian atap dengan rata-rata progress pengerjaan sudah mencapai 80 persen. Selepas dari Medas Desa Timur, beliau kemudian menuju ke Pokmas Nirmala di Dusun Medas Desa Barat. Di wilayah pokmas tersebut pembangunan huntap juga berjala dengan baik, bahkan 13 rumah di antaranya dibangun menggunakan bata ringan yang dikirimkan langsung dari Surabaya. "budget yang dihabiskan hanya sepertiga lebih banyak dari bata merah", jelas Koordinator Fasilitator Desa Gunung Sari, Setiawaty Bachtiar. Pembangunan rumah model RTG khususnya yang menggunakan bahan bata ringan pun menjadi referensi masyarakat setempat yang tidak terdampak gempa dalam membangun rumah baru di lingkungan mereka.

Bertolak menuju Dusun Kapek Atas, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB pun mengunjungi lokasi pembangunan RTG jenis RISBA (Rumah Instan Baja) di salah satu Pokmas. Di lokasi tersebut, sejumlah rumah Risba juga sudah mulai rampung. "progress pengerjaan Risba tinggal pengecatan saja", tutur salah satu fasilitator.

Secara keseluruhan, terdapat 23 Pokmas dengan jumlah anggota sebanyak 341 KK di wilayah Desa Gunung Sari yang tersebar di 4 Dusun. Meskipun hanya didampingi oleh 7 Fasilitator, kegiatan rehab rekon tetap berjalan dengan progress rata-rata sudah mencapai 80 persen. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB pun tidak menafikkan adanya kendala di lapangan. "Mari kita bahu membahu untuk percepatan, kebersamaan adalah kata kuncinya karena dalam kondisi seperti saat ini, semua harus saling mengisi, bukan berarti kita menafikan masalah yang tentu ada saja di lapangan, dan masalah itu juga bisa kita selesaikan kalau ada kebersamaan", tuturnya. 

Artikel ini masuk dalam kategori :