Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB menanggapi santai isu Gempa Megathrust

  • Posted on: 8 July 2019
  • By: Admin
“Seluruh pihak orang boleh melakukan penelitian, perkiraan-perkiraan, namun semua akan kembali kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa”, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH. (Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB)

Adanya informasi tentang potensi gempa megathrust yaitu gempa bermagnitudo besar yang disertai gelombang tsunami di wilayah selatan Lombok, ditanggapi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kalak BPBD NTB), H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H.

Kalak BPBD NTB menyatakan informasi yang diklaim sebagai hasil penelitian ilmiah tersebut tidak perlu ditanggapi berlebih oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Beliau menghimbau masyarakat untuk tidak resah dan lebih baik mengambil sisi positif dari informasi tersebut. “Kita harus siaga, kita harus siaga waspada, saya rasa itu yang lebih penting” lugasnya. Menurutnya segala bentuk informasi, terlebih yang didasarkan kepada kajian ilmiah, tentu memiliki manfaat dan berhak diklaim sebagai suatu perkiraan yang kuat. Meski demikian segala kejadian ke depan tentu tidak lepas dari kuasa Tuhan. “Seluruh pihak orang boleh melakukan penelitian, perkiraan-perkiraan, namun semua akan kembali kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa” ucapnya. Beliau menambahkan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Barat sebaiknya kini lebih memfokuskan diri untuk bangkit dari kejadian serangkaian gempa besar di tahun lalu. Pemerintah sendiri saat ini sedang berkonsentrasi untuk melakukan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca gempa.

Sebelumnya beredar informasi mengenai potensi gempa besar berkekuatan akibat tertekan dan bergesernya lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter tiap tahun. Sejumlah peneliti dan pakar geologi dan kegempaan menyatakan bila lempeng tersebut tak mampu menahan tekanan dapat berpotensi gempa megathrust dengan kekuatan 8,5 hingga 9 skala richter lebih yang disertai dengan gelombang tsunami tinggi. Hanya saja, para peneliti tersebut tidak bisa memprediksi posisi persis wilayah yang akan menjadi pusat gempa berikut perkiraan waktu kejadiannya.

Meski terkesan santai menanggapi isu gempa megathrust tersebut, Kalak BPBD NTB tak menampik bahwa informasi tersebut menjadi perhatian pihaknya dan pemerintah NTB di tengah upaya NTB Bangkit saat ini. BPBD NTB sendiri dijelaskan memiliki rencana kontijensi bencana, yaitu sejumlah upaya untuk mempersiapkan penanganan dampak bencana.

Potensi Bencana ditegaskan tentu selalu ada di setiap wilayah. Tahun ini saja BPBD NTB sedang membuat rencana kontijensi bencana gunung Rinjani serta rencana kontijensi bencana banjir di Kabupaten Sumbawa Barat. Sosialisasi Kontijensi Bencana ini sendiri nantinya akan menggandeng lembaga pendidikan maupun menuntut peran dari pihak pemerintah desa melalui Desa Siaga Bencana.

Dengan upaya tersebut, diharapkan kewaspadaan dan upaya penanganan cepat dan tepat terhadap bencana dapat menyentuh masyarakat secara langsung, sehingga siap terhadap potensi bencana yang ada. Ditegaskan ulang agar masyarakat untuk menjadikan segala bentuk informasi terkait potensi bencana sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran diri dengan dengan kewaspadaan serta terus berupaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi bencana, bilamana Tuhan mentaqdirkan.

“adanya informasi seperti itu justru baik kita pergunakan untuk meningkatkan kesadaran diri kita, bahwa kita bisa selamat dari tiap kejadian yang ada bila kita sudah siap dan yang paling penting kita berserah diri kepada Allah” pungkasnya.

Artikel ini masuk dalam kategori :