Penanganan Bencana : Prabencana

Menurut Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, dalam melaksanakan penanggulangan bencana maka penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi :

  1. Tahap prabencana,
  2. Saat tanggap darurat, dan
  3. Pascabencana.

A. Pada Pra Bencana Pada tahap pra bencana ini meliputi dua keadaan yaitu :

• Dalam situasi tidak terjadi bencana

• Dalam situasi terdapat potensi bencana

  1. Situasi Tidak Terjadi Bencana Situasi tidak ada potensi bencana yaitu kondisi suatu wilayah yang berdasarkan analisis kerawanan bencana pada periode waktu tertentu tidak menghadapi ancaman bencana yang nyata. Penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi tidak terjadi bencana meliputi :
  1. Perencanaan penanggulangan bencana;
  2. Pengurangan risiko bencana;
  3. Pencegahan;
  4. Pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
  5. Persyaratan analisis risiko bencana;
  6. Pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
  7. Pendidikan dan pelatihan; dan
  8. Persyaratan standar teknis penanggulangan bencana.
  1. Situasi Terdapat Potensi Bencana Pada situasi ini perlu adanya kegiatan-kegiatan kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana dalam penanggulangan bencana.
    1. Kesiapsiagaan
    2. Peringatan Dini
    3. Mitigasi Bencana

Kegiatan-kegiatan pra-bencana ini dilakukan secara lintas sector dan multi stakeholder,oleh karena itu fungsi BNPB/BPBD adalah fungsi koordinasi