Setahun Mengemban Tugas Kemanusiaan, 1000 Pasukan Zeni TNI Ditarik dari NTB

  • Posted on: 31 December 2019
  • By: Admin

JAKARTA - Setelah melaksanakan proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terpadu selama satu tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB), 1000 personel Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI dilepas untuk kembali ke satuannya masing-masing oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Senin (30/12). Pasukan Zeni TNI tersebut terdiri dari 10 SSK berasal dari satuan Zeni Konstruksi, Zeni Tempur TNI AD dan Zeni Marinir TNI AL.

Bencana gempabumi yang melanda wilayah NTB setahun lalu tidak hanya menyisakan duka bagi masyarakat yang kehilangan sanak saudaranya, akan tetapi juga memporak-porandakan rumah-rumah penduruk baik yang berada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Gubernur Zulkieflimansyah mengakui bahwa kehadiran Satgas Zeni TNI telah memberi makna yang mendalam bagi masyarakat NTB. Selain membantu proses rehab dan rekon serta pemulihan, keberadaan mereka juga membangkitkan kembali semangat masyarakat dari rasa ketakutan, kecemasan dan yang berduka kehilangan saudara dan tempat tinggalnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB mengatakan bahwa ada banyak hal yang sudah dialami bersama masyarakat NTB  dan sulit untuk dilupakan terutama dengan masyarakat tempat prajurit bertugas.

"Dengan hati berat dan rasa syukur yang dalam, saya melepas rekan-rekan prajurit Zeni TNI dengan tulus dan ikhlas. Semoga ini tercatat sebagai amal ibadah, karena tidak ada kebaikan yang tidak terbalas," ujarnya.

Gubernur NTB atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan rasa terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Satgas rehab rekon terpadu dan seluruh masyarakat NTB yang mampu membuat kolaborasi nyata.

"Selamat jalan dan semoga selamat sampai tujuan," pesannya.

Di sela sambutan, Gubernur NTB sebenarnya meminta anggota Satgas di NTB agar dapat melanjutkan tugas sampai bulan Maret 2020 karena kinerja prajurit di lapangan sangat bagus. Namun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memiliki pertimbangan lain.

Kendati demikian, Gubernur NTB tetap akan melayangkan surat permohonan kepada Panglima TNI dan berharap semoga penggantinya segera datang dan melaksanakan tugas sampai bulan Maret 2020.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan BNPB RI Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak penyampaikan permohonan maaf apabila Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Doni Monardo tidak bisa hadir di tempat ini untuk melepas para prajurit Batalyon Zeni TNI yang telah melaksanakan proses percepatan rehab rekon terpadu selama satu tahun di NTB. Meski demikian, BNPB tetap memberi apresiasi kepada para prajurit yang telah mengemban tugas kemanusiaan tersebut.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan bahwa tugas seorang prajurit TNI tidak hanya berperang melawan penjajah akan tetapi juga menjadi contoh point ke 8 dari 8 wajib TNI dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 7 ayat 2 UU 34 tahun 2004 tentang operasi militer selain perang.

Oleh karena itu, apa yang telah dilaksanakan para prajurit Satgas Zeni TNI merupakan refleksi dari UU 34 tahun 2004 tersebut, lebih dari itu mereka yang bertugas patut disebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

Selesai melaksanakan upacara pelepasan, acara dilanjutkan dengan pengalungan bunga, penyerahan piagam dan uang pembinaan dari BNPB RI kepada masing-masing Kompi Zeni sebesar Rp50 juta. Adapun satuan Kompi yang melaksanakan misi kemanusiaan rehab rekon terpadu selama tahun 2019 antara lain dari Yonzipur 18/YKR sebanyak 2 SSK (200 orang), Yonzipur 4/Tanpa Kawandya sebanyak 1 SSK (100 orang), Yonzipur 2/SG sebanyak 1 SSK (100 orang), Yonzipur 9/Lang-Lang Buana sebanyak 1 SSK (100 orang), Yonzipur 10/Jaladri Palaka sebanyak 2 SSK (200 orang), Yonzipur 5/ABW sebanyak 1 SSK (100 orang) dan Yonzimar Pasmar 2 Surabaya sebanyak 2 SSK (200 orang).

Turut hadir dalam upacara pelepasan tersebut Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, Bupati Lombok Utara, Dr.H.Najmul Akhyar para Dandim jajaran Korem, Kapolres Lobar dan undangan lainnya.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Artikel ini masuk dalam kategori :