Terkait Covid-19, Tidak Ada "Lockdown" di Nusa Tenggara Barat

  • Posted on: 17 March 2020
  • By: Admin

Beredar kabar yang menyebut Lombok “Lockdown” sebagai upaya mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona. Kabar itu beredar melalui poster yang ditambahkan narasi “Lombok Lockdown”.

Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB kemudian merespon dengan meluruskan informasi tersebut. Poster tersebut kemudian dilabeli “Hoaks” untuk antisipasi disinformasi yang sampai ke masyarakat.

“Ada oknum di medsos melakukan tindakan yang mau mendiskreditkan kondisi NTB. Oknum mengedit dan memberikan tambahan tulisan Lombok Lockdown pada informasi yang kami keluarkan,” kata Kepala Kesbangpoldagri NTB, H. Mohammad Rum.

Dalam narasi tambahan yang dibuat oknum, “Lombok yang notabene pemasukan dari sektor pariwisata berani buat lockdown demi kesehatan warganya”. Flayer itu memang dibuat resmi pihaknya sesuai hasil rapat Gubernur dengan jajaran Minggu, 15 Maret 2020. Namun tulisan tambahan itu dibuat oknum dan menyebar di sosial media.

Pihaknya berharap masyarakat memberikan informasi yang benar terkait kebijakan Pemprov NTB dalam penanganan virus Corona.

Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik menambahkan, tidak ada keputusan lockdown untuk kebijakan penanganan Covid – 19 di NTB. Pihaknya hanya mengeluarkan beberapa kebijakan pembatasan, seperti menutup akses wisatawan asing, baik melalui Kapal pesiar maupun yang masuk melalui kapal cepat, termasuk ke tiga gili di Lombok Utara. Termasuk meliburkan aktivitas sekolah. Tidak ada lockdown, arus distribusi produk kebutuhan masyarakat NTB harus dibiarkan tetap masuk.

*sumber: SuaraNTB.com, https://www.suarantb.com/ntb/2020/291163/Hoaks,Kabar.Soal.Lombok.Lockdown/

 

Artikel ini masuk dalam kategori :