BPBD PROVINSI NTB MENGAJAK MASYARAKAT DESA TETEBATU UNTUK  MELAKUKAN KAJIAN RISIKO BENCANA

BPBD PROVINSI NTB MENGAJAK MASYARAKAT DESA TETEBATU UNTUK  MELAKUKAN KAJIAN RISIKO BENCANA
Kalak BPBD NTB Menghadiri Sekaligus Membuka Acara Sosialisasi Penanganan Bencana yang Diselenggarakan Oleh Bidang PK BPBD NTB di Desa Tete Batu

Kamis, 30 Septembet 2021
BPBD PROVINSI NTB MENGAJAK MASYARAKAT DESA TETEBATU UNTUK  MELAKUKAN KAJIAN RISIKO BENCANA

Desa Tetebatu adalah salah satu dari tiga desa di Indonesia yang ikut dalam lomba desa wisata internasional oleh UNWTO. Terpilihnya Desa Tetebatu untuk ikut dalam ajang internasional ini bukan tanpa alasan. Keindahan alam sebuah desa yang berada pada ketinggian 700 mdpl ini cukup lama dikenal masyarakat sebagai desa wisata alam yang menarik. Bahkan Desa Tetebatu menjadi pioner pengembagan wisata alam pegunungan di Kabupaten Lombok Timur, demikian kata Kepala Desa Tetebatu yang baru saja terpilih. 
Untuk mendukung Desa Tetebatu menjadi desa wisata internasional, BPBD Provinsi NTB mengajak masyarakat untuk melakukan kajian risiko bencana sebagai langkah kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Hal ini merupakatan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dan masyarakat Desa Tetebatu dalam rangka pengurangan risiko bencana.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan Kantor Desa Tetebatu pada Kamis, 20 September 2021 ini dihadiri sekitar 40 orang dari seluruh unsur masyarakat yang ada. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB  H. Sahdan, ST., MT yang hadir langsung dalam acara ini juga merasa bangga dengan partisipasi masyarakat yang cukup tinggi untuk duduk bersama melakulan  kajian risiko bencana.

Staf Teknis BPBD Provinsi NTB, Mustakim, ST., MT bertindak sebagai narasumber sekaligus pemandu diskusi kajian risiko bencana. Kajian yang diawali dengan mengajak peserta untuk mengenali jenis-jenis bencana yang seringkali terjadi dan mengancam kehidupan masyarakat, berjalan dengan lancar dan peserta cukup antusias dan semangat hingga acara selesai pukul 14.00 wita. 
Jenis bencana yang menjadi prioritas untuk ditangani berdasarkan hasil kajian adalah bencana kekeringan. Beberapa kegiatan atau tindakan yang perlu dilakukan dalam penanganannya, dapat dilakukan baik secara mandiri oleh masyarakat maupun membutuhkan bantuan dari pihak lain baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah Provinsi NTB.
Kegiatan ini tidak berakhir sampai hari ini saja, tapi ini adalah awal dibuatnya sebuah dokumen kajian resiko bencana Desa Tetebatu dan InshaAllah makin memantapkan Desa Tetebatu dalam ajang desa wisata internasional, demikian kata Mustakim menghakhiri kegiatan pengkajian risiko bencana partisipatif ini.

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment