Kunjungan Kerja Daerah Setjen Dewan Ketahanan Nasional Ke Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kunjungan Kerja Daerah Setjen Dewan Ketahanan Nasional Ke Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kunjungan Kerja Setjen Dewan Ketahanan Nasiona

Kamis, 16 September 2021 Bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubenur NTB, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menerima kunjungan kerja Tim Dewan Ketahanan Nasional ke Provinsi NTB yang dipimpin oleh Sekjen Wantannas Laksda Dr. Ir Harjo Susmoro. Kunjungan kerja Wantannas ke Provinsi NTB adalah untuk mendapatkan informasi yang mandalam tentang upaya penanggulangan bencana terutama penanganan bencana gempabumi tahun 2018 oleh Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kab/Kota terdampat. Sebelum bersilaturrahmi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Tim Wantannas sudah berkunjung ke Kabupaten Lombok Utara sehari sebelumnya guna menggali informasi secara langsung di salah satu lokasi pusat terjadinya gempabumi tahun 2018 (on the spot).

Mengawali acara pertemuan, Sekjen Wantannas menyampaikan beberapa hal tentang latar belakang, maksud dan tujuan Tim Wantannas melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2021 ini, Wantannas akan melakukan suatu kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi ketahanan nasional termasuk penanganan bencana oleh pemerintah daerah. Selain ancaman bencana alam, saat ini kita juga sedang menghadapi suatu kondisi yang apabila tidak dapat ditangani dengan baik maka sewaktu-waktu dapat menjadi ancaman bagi ketahanan nasional. Kondisi tersebut dibagi menjadi 4 oleh Sekjen yaitu era disrupsi, era post truth, pemilu serentak, dan era pasca kemenangan Taliban. Era disrupsi atau era terjadinya perubahaan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru bisa mengancam ketahanan nasional jika tidak ditangani dengan baik. Pekerjaan yang dahulunya dikerjakan oleh 10 orang, dengan kemajuan teknologi cukup dikerjakan 1 orang saja, maka menjadi persoalan jika 9 orang ini tidak dapat bersaing karena tidak menguasai teknologi. Selanjutnya era post truth, artinya saat ini tidak ada lagi kebenaran. Berita hoax yang bertebaran setiap hari di media sosial mejadi ancaman perpecahan jika kita tidak mampu mengatasinya. Era pasca kemenangan Taliban juga menjadi ancaman karena oleh sebagian orang yang berpaham radikal dapat menjadi motivasi untuk melalkukan tindakan destruktif. Terkahir, sebentar lagi bangsa Indonesia akan melakukan pemilu serentak yang cukup berpotensi menimbulkan perpecahan bila sistem demokrasi lemah. Keempat kondisi tersebut ditambah kondisi penanganan bencana menjadi latar belakang, maksud dan tujuan Wantannas melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB guna mendapatkan informasi yang mendalam sebagai bahan kajian untuk menyusun suatu formulasi strategis dan kebijakan nasional.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi-kondisi yang dimaksud oleh Sekjen diatas, di Provinsi NTB masih dapat diatasi berkat adanya kerjasama antara pemerintah, TNI-Polri, Forkopimda dan masyarakat. Kerjasama yang baik dapat terwujud juga tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam keterbukaan informasi dimana pada tahun 2020 Provinsi NTB masuk dalam 4 besar setelah Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Dengan memanfaatkan teknologi, Pemerintah Provinsi NTB berupaya membangun komunikasi 2 arah yang artinya bahwa informasi tidak hanya dari pemerintah saja melainkan juga masyarakat dapat memberikan informasi kepada pemerintah melalui Aplikasi NTB Care. Melalui aplikasi ini, berita-berita hoax yang dapat menjadi ancaman dapat diatasi. Selain NTB Care sebagai wadah komunikasi, juga dibuat program “Jumpa Bang Zul-Rohmi” dimana masyarakat dapat berjumpa dan berkomunikasi lagsung dengan pemimpinnya.

Dalam hal penanggulangan bencana, Ibu Wagub menyampaikan bahwa salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB adalah Desa Tanguh Bencana. Diharapkan hingga tahun 2023, setengah atau 50 persen desa-desa yang ada di NTB adalah tangguh bencana.   Selanjutnya edukasi bencana kepada masyarakat terus dilakukan dengan menjadikan isu-isu kebencanaan menjadi materi yang penting disampaikan dalam berbagai kegiatan seperti posyandu dan sebagainya. Selain itu, Aplikasi SIAGA berbasis android yang dapat di download oleh masyarakat diharapkan menjadi sarana informasi yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Diakhir acara, Sekjen Wantannas menyampaikan bahwa pada dasarnya semua jenis bencana dapat dicegah dengan mengutip QS. Surat Al-A’raf ayat 168 :

وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًاۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖوَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment