Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WITA, terjadi banjir di beberapa wilayah Kabupaten Bima, yaitu Desa Sai (Kecamatan Soromandi), Desa Bala (Kecamatan Wera), dan Desa Talabiu (Kecamatan Woha). Kejadian ini dipicu oleh hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang sejak pukul 13.50 WITA hingga 16.00 WITA.
Dampak yang ditimbulkan antara lain di Desa Sai terjadi kerusakan bronjong penahan sungai pada jembatan limpas serta genangan pada jalan lintas Sai–Sampungu. Di Desa Bala tercatat 3 unit rumah terendam, 3 KK (11 jiwa) terdampak, 1 KK (4 jiwa) mengungsi, serta 1 rumah dan peralatan perbengkelan mengalami kerusakan sedang, dan akses jalan tergenang. Sementara di Desa Talabiu terjadi kerusakan pada sayap bendungan La Nonu, dengan dampak lahan pertanian dan infrastruktur lain masih dalam tahap pendataan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/POLRI dan aparat desa untuk melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat, termasuk pelaporan dan diseminasi informasi kepada masyarakat.
Adapun kebutuhan mendesak meliputi bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat (excavator) untuk pembersihan sedimen di Desa Sai. Saat ini kondisi banjir telah surut dan masyarakat bersama aparat setempat melakukan pembersihan pascabanjir.
Masyarakat diimbau tetap waspada karena wilayah NTB masih berada pada musim hujan, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi pada dasarian III Maret 2026, yang berpotensi memicu bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.