Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 12.20 WITA, menyusul turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Curah hujan yang tinggi diperparah dengan derasnya kiriman air dari area pegunungan, mengakibatkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bolo, Sanggar, dan Palibelo.

Di Kecamatan Bolo, dampak signifikan terlihat di Desa Rada dengan 60 unit rumah terendam yang berdampak pada 60 Kepala Keluarga (KK), serta terendamnya dua fasilitas pendidikan yakni SDN Rada dan TK Al-Ikhlas. Sementara itu, di Desa Nggembe, tercatat sebanyak 204 KK terdampak dengan 177 unit rumah warga yang sempat terendam luapan air. Selain merendam permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian.

Situasi serupa juga melanda Kecamatan Palibelo, khususnya di Desa Ntonggu, di mana infrastruktur pendidikan mengalami kerusakan. Tenda darurat yang digunakan sebagai ruang belajar mengajar sementara di SDN 2 Ntonggu dilaporkan roboh akibat pemasangan tiang yang kurang kokoh dan beban genangan air yang berlebihan di atas terpal. Desa Panda, genangan air juga merendam area halaman SMPN 5 Palibelo. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Sanggar, tepatnya di Desa Kore, proses pendataan dampak kerusakan hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima serta pemangku kepentingan terkait untuk melakukan asesmen di wilayah terdampak. Personel gabungan dari TRC-PB BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, serta aparatur desa telah berada di lokasi untuk membantu masyarakat dalam upaya penanganan darurat. Meski saat ini banjir dilaporkan telah surut dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa material banjir, kebutuhan akan bantuan logistik dan peralatan (Logpal) tetap menjadi prioritas mendesak bagi para korban.

Himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada mengingat sebagian besar wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan. Dengan potensi hujan signifikan dalam sepuluh hari ke depan, warga diminta untuk memperhatikan kebersihan saluran air serta mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Upaya diseminasi informasi terus diperkuat demi memastikan keselamatan warga dan meminimalisir risiko bencana susulan.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBmakmurmendunia

Pusdalops-PB BPBD NTB