Mataram – Dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah, BPBD Provinsi NTB Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi pembentukan Tim Penyusunan Perubahan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB tentang Klaster Logistik. Kegiatan strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBD Provinsi NTB pada Jumat (17/4/2026) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait guna menyelaraskan peran dan fungsi masing-masing lembaga. Pembaruan regulasi ini dinilai sangat krusial untuk memastikan rantai pasok bantuan logistik berjalan dengan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi dengan baik, khususnya pada saat fase tanggap darurat bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB hadir langsung untuk memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta rapat. Beliau menekankan bahwa perubahan SK Gubernur tentang Klaster Logistik ini bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan ketangguhan daerah secara menyeluruh. Kalaksa menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar manajemen dan distribusi logistik dapat terintegrasi secara optimal. Beliau juga mengingatkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana logistik merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan budaya sadar bencana dengan semangat "Siap Untuk Selamat" di tengah dinamika ancaman yang ada.
Lebih lanjut, rapat koordinasi ini juga menjadi momentum yang sangat relevan untuk mematangkan kesiapsiagaan seluruh elemen kebencanaan di wilayah NTB, terlebih menjelang peringatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada tanggal 26 April mendatang. Penguatan operasional Klaster Logistik yang didukung oleh integrasi data kebencanaan yang akurat diharapkan mampu memperkokoh sistem informasi dan tata kelola penanggulangan bencana di Provinsi NTB, sehingga pelayanan kepada masyarakat yang terdampak dapat dilakukan secara lebih responsif, transparan, dan terukur.
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
Pusdalops-PB BPBD NTB