Puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026 sukses diselenggarakan pada hari Minggu, 26 April 2026, yang berlokasi di Pusat Car Free Day Udayana, Mataram. Mengusung tema "Siap untuk Selamat : Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana", acara ini turut dihadiri secara langsung oleh Gubernur NTB beserta Ibu Gubernur NTB. Tidak hanya melibatkan pemangku kepentingan kebencanaan, kegiatan edukatif ini juga bekerja sama secara erat dengan klaster kesehatan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat yang komprehensif dan menyeluruh.

Urgensi pelaksanaan kegiatan ini berakar pada kondisi geografis Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam. Posisi NTB yang berada di kawasan cincin api (ring of fire), diapit lempeng tektonik aktif, serta memiliki bentang alam berupa pegunungan, pesisir, dan pulau-pulau kecil, menjadikannya wilayah yang sangat dinamis dan rentan terhadap ancaman geologi maupun hidrometeorologi. Berdasarkan catatan BPBD Provinsi NTB selama kurun waktu 2021-2025, telah terjadi 769 kejadian bencana yang berdampak pada 400 desa dan 115 kecamatan. Mayoritas kejadian tersebut didominasi oleh 302 kejadian banjir, 209 kejadian cuaca ekstrem, 91 kejadian tanah longsor, dan 22 kejadian banjir bandang. Meski masyarakat NTB sejatinya memiliki kekayaan kearifan lokal dalam menghadapi situasi darurat, praktik-praktik tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi dan diintegrasikan ke dalam sistem kesiapsiagaan modern.

Secara umum, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi serta kampanye yang menjadi bagian dari sistem Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Secara khusus, acara ini dirancang untuk menyebarluaskan informasi mengenai risiko bencana dan program-program ketangguhan tahun 2025-2026 , serta mengenalkan platform digital Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) dan aplikasi SiAGA NTB. Melalui acara ini, diharapkan output berupa tersebarluaskannya informasi ketangguhan secara masif dapat tercapai, yang meliputi isu Desa Tangguh Bencana, Kelembagaan FPRB, Sistem Informasi Kebencanaan, Ketangguhan Pulau-Pulau Kecil, Unit Layanan Disabilitas, hingga Desa Berdaya. Selain itu, kegiatan ini juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna pada aplikasi SiAGA NTB.

Berbagai agenda menarik memeriahkan area Car Free Day, mulai dari sosialisasi interaktif tentang program-program ketangguhan , senam 'Mars Tangguh' , hingga kuis dan tanya jawab bersama masyarakat. Antusiasme warga semakin terlihat dengan adanya pembagian doorprize bagi pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan edukatif atau telah menginstal aplikasi SiAGA.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB memberikan sambutan hangat dan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya acara ini. "Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, BPBD, klaster kesehatan, dan tentunya masyarakat Kota Mataram yang hadir pada pagi hari ini. Keterlibatan kita semua menunjukkan bahwa warga NTB tidak hanya peduli, tetapi juga siap mengambil tindakan nyata. Dengan menyatukan kearifan lokal yang kita warisi bersama inovasi sistem peringatan dini modern seperti aplikasi SiAGA, saya yakin kita mampu mewujudkan masyarakat NTB yang tangguh, inklusif, dan saling berkolaborasi dalam menghadapi setiap ancaman bencana di masa depan," tegas beliau di hadapan ratusan peserta yang hadir.

#SiapUntukSelamat

#HKB2026
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
Pusdalops-PB BPBD NTB