Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan lebat dan petir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima pada Selasa, 13 Januari 2026, sejak pukul 10.00 hingga 11.20 WITA. Fenomena alam tersebut terjadi hampir merata di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Wera, Ambalawi, dan Tambora, dengan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman warga, fasilitas umum, serta akses transportasi. Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang mulai terjadi sejak pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 WITA.

Di Kecamatan Wera, bencana berdampak pada lima desa, yaitu Desa Tawali, Sangiang, Ntoke, Oi Tui, dan Wora. Desa Tawali menjadi wilayah terdampak paling parah dengan enam kepala keluarga terdampak, tiga di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah keluarga. Sebanyak enam unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang hingga rusak berat akibat atap beterbangan dan tertimpa pohon tumbang, dengan total kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Selain itu, satu unit rumah di Desa Sangiang rusak berat, satu unit mobil di Desa Ntoke tertimpa pohon, satu unit garasi mobil di Desa Oi Tui rusak, serta pohon tumbang di Desa Wora yang menghambat arus lalu lintas Bima–Wera.

Sementara itu, di Kecamatan Ambalawi tepatnya di Desa Mawu, pohon tumbang menyebabkan gangguan arus lalu lintas serta mengakibatkan satu unit mobil rusak tertimpa pohon. Di Kecamatan Tambora, dampak cuaca ekstrem meliputi Desa Rasabou, Kawinda Na’e, dan Labuan Nangka. Di Desa Rasabou dan Desa Kawinda Na’e, masing-masing dua kepala keluarga terdampak, dengan beberapa warga mengungsi ke rumah keluarga. Sebanyak empat unit rumah, baik permanen maupun rumah panggung, mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap, dengan total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan, yaitu SDN Labuan Kenanga, mengalami kerusakan pada bagian atap.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan para pemangku kepentingan terkait. Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Bima bersama unsur TNI, Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat melakukan asesmen lapangan, pembersihan pohon tumbang yang menutupi akses jalan, evakuasi warga terdampak, serta membantu pemulangan lebih awal siswa SDN Labuan Kenanga demi keselamatan. Pelaporan dan diseminasi informasi terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat.

Hingga saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif dan masyarakat bersama aparat setempat melakukan pembersihan lingkungan. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah NTB saat ini berada pada musim hujan dan sebagian memasuki periode puncak. Potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba masih perlu diantisipasi, dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memperhatikan kondisi aliran air guna meminimalkan risiko bencana susulan.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBmakmurmendunia

Pusdalops-PB BPBD NTB