Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WITA di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, dan Desa Pusu, Kecamatan Langgudu. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WITA di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi tercatat 3 Kepala Keluarga (14 jiwa) terdampak, dengan 1 Kepala Keluarga (4 jiwa) mengungsi serta 3 unit rumah mengalami kerusakan. Warga yang terdampak yaitu A. Latif (48 tahun), Arafik (40 tahun), dan Syarifuddin (36 tahun) yang beralamat di Dusun Rasabou, Desa Bajo. Sementara itu di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu tercatat 2 Kepala Keluarga (5 jiwa) terdampak, 1 Kepala Keluarga mengungsi, serta 2 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, masing-masing milik Dahliawati (34 tahun) dan Anton Supratman (25 tahun) yang beralamat di Dusun Mangge Maci, Desa Pusu.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan stakeholder terkait. Tim BPBD bersama TNI/POLRI, Bhabinkamtibmas, dan aparat desa setempat melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat serta penanganan darurat di wilayah terdampak, sekaligus melakukan pelaporan dan diseminasi informasi kejadian bencana.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini berupa bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan. Hingga saat ini kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif.

Masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah Nusa Tenggara Barat masih berada pada periode musim hujan, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi pada dasarian II Maret 2026, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.


PUSDALOPS-PB BPBD PROVINSI NTB