Kamis, 19 Maret 2026. Di wilayah Kabupaten Bima, banjir terjadi sekitar pukul 16.15 WITA di Desa Bala, Kecamatan Wera, yang dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sejak pukul 14.30 WITA hingga 16.39 WITA. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya debit air dari wilayah pegunungan, sehingga drainase tidak mampu menampung aliran air dan meluap ke permukiman warga. Dampak yang ditimbulkan antara lain 3 Kepala Keluarga (11 jiwa) terdampak, 3 unit rumah terendam, serta akses jalan di Dusun Bala tergenang sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Sementara itu, di wilayah Kota Bima, banjir terjadi sekitar pukul 17.48 WITA di Kecamatan Asakota, meliputi Kelurahan Jatiwangi, Ule, dan Jati Baru. Kejadian ini disebabkan oleh hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang sejak pukul 16.30 WITA, yang mengakibatkan meluapnya sungai dan menggenangi permukiman warga. Hingga saat ini, dampak kejadian di Kota Bima masih dalam tahap asesmen oleh tim di lapangan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan BPBD Kota Bima. Tim BPBD bersama TNI/Babinsa, aparat kecamatan, serta pemerintah desa/kelurahan setempat melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat bencana, disertai pelaporan dan diseminasi informasi kejadian.
Adapun kebutuhan mendesak di wilayah terdampak meliputi bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan (logpal), sembako, selimut, tikar, serta peralatan kebersihan. Hingga saat ini kondisi di kedua wilayah berangsur kondusif, dengan banjir di sebagian lokasi telah surut dan masyarakat bersama aparat setempat mulai melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri pascabanjir.
Sehubungan dengan kondisi cuaca, masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini masih berada pada periode musim hujan. Pada dasarian II Maret 2026 (11–20 Maret) terdapat peluang hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sebagian besar wilayah NTB, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
 
PUSDALOPS-PB BPBD PROVINSI NTB