Gubernur Nusa Tenggara Barat NTB melaksanakan kunjungan kerja sekaligus ajang silaturahmi dalam rangka Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Sumbawa pada Kamis, 12 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh sejumlah pejabat tingkat provinsi, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dan Kerja Sama BPBD NTB, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dan Kepala OPD lainnya. Rangkaian agenda Safari Ramadhan, kunjungan ke SMK Negeri 1 Sumbawa dan SLB Negeri 1 Sumbawa.

Setelah meninjau kedua sekolah tersebut, rombongan Gubernur melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Sumbawa untuk menunaikan ibadah shalat Dzuhur berjamaah. Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga secara resmi meresmikan kegiatan Ramadhan Camp. Agenda ini disambut hangat dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Sumbawa, yakni Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ketua MUI Sumbawa yang juga menjabat sebagai Kepala Kakan Kementrian Agama Kabupaten Sumbawa, serta Ketua Baznas.

Di sela-sela padatnya agenda Safari Ramadhan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB menyempatkan diri untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Kalaksa BPBD meninjau jalan provinsi ruas Plampang-Mbawi yang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Peninjauan ini merupakan langkah responsif untuk memetakan kerusakan akibat bencana di daerah tersebut.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, kondisi jalan provinsi tersebut sangat memprihatinkan karena sudah tergerus hingga mengenai badan jalan. Tidak hanya itu, pada sisi yang berlawanan, gerusan air juga sudah meluas ke wilayah permukiman sehingga sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Kerusakan ini utamanya disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu terakhir. Posisi titik jalan yang berada di daerah cekungan memperparah keadaan, karena luapan air hujan dari arah utara dan selatan mengumpul di lokasi tersebut. Debit air yang cukup besar itu pada akhirnya tidak mampu dihalau oleh tebing pasangan batu di dinding atau bahu jalan, yang kemudian memicu longsor dan membentuk kubangan besar di bawah bahu jalan.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBmakmurmendunia


PUSDALOPS-PB BPBD PROVINSI NTB