LOMBOK BARAT – Bencana alam tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 05.00 WITA. Insiden ini tepatnya berlokasi di Dusun Karang Kesume, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan gangguan pada aksesibilitas warga setempat.
Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Barat sejak sehari sebelumnya, yakni Sabtu (27/12/2025). Curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan peningkatan debit air di Sungai Dodokan yang signifikan. Akibatnya, arus sungai menggerus tebing sungai dengan dimensi kerusakan sepanjang 9 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4,5 meter. Pengikisan tanah ini berdampak langsung pada rusaknya sebagian badan jalan kabupaten dan terganggunya aktivitas masyarakat yang melintas di area tersebut.
Merespons kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat serta pemangku kepentingan terkait. Tim Reaksi Cepat BPBD Lombok Barat, telah turun ke lokasi untuk melakukan survei dan penanganan darurat. Sebagai langkah antisipasi keselamatan, petugas telah memasang pembatas dan tanda peringatan di sekitar area longsor agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintas. Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini untuk menahan laju erosi adalah Geobag.
BPBD Provinsi NTB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat sebagian besar wilayah NTB telah memasuki periode musim hujan. Terpantau adanya bibit siklon 96S di Samudra Hindia Selatan NTB yang berpotensi meningkatkan curah hujan dari intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi mencapai 4,0 meter di perairan selatan. Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan debit air sungai, serta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba-tiba dalam 10 hari mendatang.
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBmakmurmendunia
Pusdalops-PB BPBD NTB