Kalaksa BPBD Prov NTB Menghadiri Pembukaan Acara Verifikasi Lapangan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community)

Pada hari Jum’at (07/10/2022) Kalaksa BPBD Provinsi NTB didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan menghadiri pembukaan acara Verifikasi Lapangan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) yang bertempat  di kantor Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan Tsunami Ready Community ini hadiri langsung oleh Head of IOTIC / UNESCO Ardito Marzoeki Kodijat sebagai tim verifikasi lapangan masyarakat siaga tsunami dan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, S.Si sebagai pendamping tim verifikasi lapangan. Turut hadir juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Tengah H. Ridwan ma'ruf, S. Sos, serta Kepala Desa Kuta.

Pada kesempatan ini kalak BPBD Provinsi NTB menyampaikan sambutannya terkait dengan Verifikasi Lapangan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community). Mengawali Sambutannya H.Sahdan mejelaskan kondisi di wilayah NTB yang terdapat 13 jenis ancaman bencana, akan tetapi pada kesempatan ini membahas satu jenis bencana yaitu Tsunami, karena di Desa kute ini memilik Potensi ancaman bencana tsunami. Kedatangan Unesco ini sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas masyarakat khusunya di Desa Kuta, mengingat Desa Kuta ini merupakan wilayah Destinasi Super Prioritas (DSP) dan merupakan daerah rawan bencana terutama bencana alam Tsunami karena Lombok bagian selatan ini termasuk dalam wilayah Mega trush. H.Sahdan juga berharap kepada masyarakat khususnya Desa kuta agar bersama meningkatkan kapasitas diri dengan program-program yang telah diberikan, baik dari Pemrintah provinsi, Unesco, BMKG dan dari NGO lainnya dan ilmu yang didapatkan dapat di terapkan dalam kehidupan bermasyarakat hingga masa yang mendatang untuk generasi selanjutnya agar masyarakat NTB khususnya Desa Kuta menjadi masyarakat yang Tangguh dalam menghadapi bencana dalam Rangka mengurangi resiko dampak dari bencana.  

Head of IOTIC/UNESCO Ardito Marzoeki Kodijat  menyampaikan rasa bahagianya datang ke Lombok karena disambut dengan keramahan dari masyarakat Lombok, kedatanag beliau ke Lombok untuk memenuhi undangan suatu keinginan dari masyakat Lombok khususnya Desa Kuta yang ingin menjadi Masyarakat Siaga Tsunami. Program Tsunami Ready Community merupakan program dari bawah ke atas, yaitu yang dimulai dari surat Kepala Desa yang disampaikan melalui BMKG kemudian disampaikan ke UNESCO di Paris bahwa Desa Kuta Mandalika tertarik menjadi Masyarakat Siaga Tsunami, karena ini inisiatif dari masyarakat maka kepemilikan dari program ini adalalah kepemilikan dari Desa, nanti yang akan mendapatkan penghargaan sebagai Masyarakat Siaga Tsunami dari UNESCO adalah Desa dalam hal ini Desa Kuta. Beliau juga menjelaskan fungsi BMKG sebagai pembimbing penguatan kapasitas khusunya pada bahaya tsunami di Desa Kuta dan di damping juga oleh BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupagten Lombok tengah untuk mencapai 12 indikator dari UNESCO untuk mnjadi Tsunami Ready Community.

Ardito M. Kodijat  menyampaikan tiga keuntungan jika sebuah desa mendapatkan predikat masyarakat siaga tsunami. “Kalau desanya sudah diakui sebagai masyarakat siaga tsunami, keuntungannya adalah mendapatkan pengakuan dari internasional itu nantinya akan masuk di tingkat global, bahwa Desa Kuta sudah masuk sebagai masyarakat siaga tsunami, tentunya hal itu akan meningkatkan kepercayaan dari para wisatawan karena mereka akan merasa aman berkunjung ke Desa Kuta. Keuntungan kedua adalah desa ini akan menjadi contoh yang baik di dunia internasional baik dari segi keamanan dan kenyamanan karena desa kuta sudah menjadi Masyarakat Siaga Tsunami. Keuntungan ketiga dalam bidang ekonomi, karena sudah memiliki kapasitas terhadap tsunami dan sudah diakui oleh tingkat Internasional, sehingga wisatawan lebih memilih desa Kuta sebagai tempat mereka berkunjung karena merasa aman dan nyaman , “imbuhnya.

Perlu diketahui acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan Kapasitas masyarakat dan menyiapkan kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami bagi Desa Kuta yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik pihak pemerintahan maupun masyarakat itu sendiri menuju zero victim. Acara ini juga bertujuan sebagai dokumen inventaris kesiapsiagaan masyarakat serta sebagai pengajuan Tsunami Ready Community di level internasional (UNESCO), Kegiatan ini dimulai dari Tanggal 7 sampai dengan 9 Oktober 2022.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBgemilang
#BMKG


Pusdalops-PB BPBD NTB