Mengingat posisi geografis NTB yang rawan bencana, BPBD Provinsi NTB bersama Program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia) resmi menggelar kick off implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026 pada Kamis (26/2) di Mataram. Momen ini menjadi tonggak penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen manajemen risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan. Kalaksa BPBD NTB menegaskan bahwa langkah strategis ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk memastikan seluruh program penanggulangan bencana selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan berdampak nyata di lapangan.

Fokus utama program pada tahun 2026 ini adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kolaborasi lintas sektor serta penyelarasan rencana kerja di tingkat provinsi maupun tiga kabupaten dampingan (Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa). Memasuki Fase II yang resmi diperpanjang hingga 2028, Program SIAP SIAGA kini membawa mandat yang lebih tajam. Inisiatif ke depannya akan lebih mengintegrasikan prinsip inklusivitas (GEDSI) seperti perlindungan disabilitas, pemulihan penghidupan yang berkelanjutan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat tujuh program kolaboratif yang siap dieksekusi sepanjang tahun 2026. Kegiatannya mencakup pengawasan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bencana, pemetaan risiko (KRB), optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK), penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD), hingga peningkatan kapasitas logistik dan kebijakan pemulihan pascabencana. Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, mitra internasional, dan masyarakat, mari kita dukung NTB agar semakin sigap dan tangguh dalam menghadapi bencana