Bima, NTB – Bencana alam cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jum’at, 23 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi sejak dini hari dan mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi NTB, cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 01.05 WITA dan berlangsung hingga 05.00 WITA, dengan puncak dampak kerusakan teridentifikasi sekitar pukul 06.00 WITA. Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan merusak bangunan di beberapa kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi enam kecamatan, yaitu Kecamatan Dongo, Tambora, Langgudu, Wawo, Ambalawi, dan Madapangga. Kecamatan Dongo menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan, mencakup Desa Mpili, Desa Oo, Desa Kala, Desa Doridunga, Desa Bumipajo, dan Desa Mbawa.
Di Desa Oo, tercatat 47 unit rumah rusak pada bagian atap yang berdampak pada 145 jiwa, serta kerusakan satu unit pesanggrahan. Sementara itu, di Desa Kala terdapat 36 unit rumah rusak yang berdampak pada 114 jiwa, serta dua unit fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan atap. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan, gedung serbaguna, dan sejumlah fasilitas pendidikan di desa-desa lainnya.
Saat ini kondisi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan sudah kondusif. Namun demikian, kebutuhan mendesak berupa bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan (logpal) masih diperlukan untuk mendukung pemulihan warga terdampak.
BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat wilayah NTB telah memasuki musim hujan dan sebagian berada pada puncaknya. Potensi hujan dengan intensitas tinggi pada Dasarian III Januari 2026 dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#BudayaSadarBencana
#KenaliAncamannya
#KurangiRisikonya
#NTBTangguh
#NTBmakmurmendunia
Pusdalops-PB BPBD